Banyak website memakai tombol WhatsApp di banyak tempat, tetapi tidak semuanya menghasilkan percakapan yang berkualitas.
CTA WhatsApp bekerja lebih baik jika ditempatkan setelah pengunjung memahami layanan, melihat bukti, dan merasa cukup yakin. Karena itu posisi CTA sebaiknya mengikuti alur baca, bukan sekadar memenuhi layout.
Anda bisa menaruh CTA utama di hero, di tengah setelah penjelasan layanan, dan di akhir halaman. Yang penting, copy pendukungnya membantu pengunjung tahu apa yang akan terjadi setelah klik tombol tersebut.
Untuk bisnis jasa, CTA seperti ini sering lebih efektif: konsultasi layanan, tanya paket, atau diskusikan kebutuhan website. Kalimat tersebut terasa lebih natural dibanding sekadar chat sekarang.
CTA WhatsApp bekerja lebih baik jika ditempatkan setelah pengunjung memahami layanan, melihat bukti, dan merasa cukup yakin. Karena itu posisi CTA sebaiknya mengikuti alur baca, bukan sekadar memenuhi layout.
Anda bisa menaruh CTA utama di hero, di tengah setelah penjelasan layanan, dan di akhir halaman. Yang penting, copy pendukungnya membantu pengunjung tahu apa yang akan terjadi setelah klik tombol tersebut.
Untuk bisnis jasa, CTA seperti ini sering lebih efektif: konsultasi layanan, tanya paket, atau diskusikan kebutuhan website. Kalimat tersebut terasa lebih natural dibanding sekadar chat sekarang.